Monday, June 04, 2007

Sedekah

Jadwal pertemuan untuk hal yang sangat penting dengan seseorang sudah ditetapkan sehari sebelumnya. Victor dan Jassen sudah mengingatkan saya untuk datang lebih awal. Saya memaklumi itu karena seseorang ini dikenal sangat disiplin soal waktu dan lagi ditangannya masalah kami dapat terselesaikan. Seusai rapat di kantor jam 7 Malam kami sudah berada di Loby kantor untuk bersiap siap berangkat. Sambil menunggu Jesson mengambil kendaraan di tempat parker, saya dan Victor memilih berdiri diluar gedung sambil mengisap sebatang serokok. Di Hong Kong memang larangan merokok berlalu disemua gedung.

Ketika itulah saya melihat orang tua sedang tertatih membawa bungkusan besar menuju kearah gedung apartemen diseberang kami. Saya melihat dia berkali kali menoleh kekiri dan kanan seakan mengharapkan ada orang lain yang bisa membantunya. Keadaan ini jugan disaksikan oleh Victor. Pada waktu bersamaan Jesson muncul dengan kendaraannya. Dia meminta kami segera masuk. Tapi ,entah kenapa saya dan Victor segera berlari menyeberangi jalan. Bersama sama kami menggotong barang itu sambil mengikuti langkah orang tua itu. Sesampai didepan Lift , orang tua itu tersenyum kepada kami berdua. Ada keinginan untuk meninggalkan orang tua itu tapi karena membayangkan betapa sulitnya mengeluarkan barang ini dari dalam lift maka kamipun membantu orang tua itu sampai kedalam apartemennya.

Dalam perjalanan , tidak habis habis Jesson menyalahkan kami. Karena jadwal pertemuan dengan seseorang tidak bisa on time. Dia membayangkan rencana yang disusun sekian lama akan hancur hanya kelalain hari ini. Saya dan Victor hanya diam. Benarlah ketika kami sampai ditempat pertemuan , seseorang itu telah pergi. Salah satu staff nya mengatakan bahwa kami terlambat. Seseorang itu harus pergi untuk pertemuan lainnya. Tidak ada ketentuan kapan kami bisa bertemu lagi. Keadaan ini semakin membuat Jesson menyalahkan kami. “ kalian memang tidak pantas tinggal di kota besar seperti Hong Kong. Disini waktu begitu berharganya. Hanya karena sifat social kalian berbuat yang tidak penting telah mengakibatkan rencana strategis kita hancur ..hancur.”

Bagi saya tidak ada yang hancur. Juga tidak ada jaminan pertemuan dengan seseorang itu akan menyelamatkan kami. Dalam business semua serba tidak pasti. Yang pasti itu adalah melakukan setiap kesempatan untuk berbuat baik kepada siapapun dalam bentuk apapun. Itulah yang memungkinkan spiritual kita tetap terjaga. Dengan itu pula membuat kita tidak pernah takut dengan segala ketidak pastian. Itulah keyakinan saya. Juga diamini oleh Victor.

Rasulullah SAW pernah menegaskan agar setiap manusia melaksanakan sedekah setiap hari “ Tiap tiap jiwa keturunan Adam , tanpa kecuali harus bersedekah sertiap hari dimana matahari terbit didalamnya” Mendengar hadits itu , salah satu sahabat yang tak berharta untuk bersedekah bertanya “ Bagi orang semacam kami ini bagaimana bisa bersedekah ? “

Rasulullah SAW bersabda “ Sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak sekali. Mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dengan khidmat dan khusuk adalah sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang munkar adalah sedekah. Menyingkirkan sebuah batu dari jalan untuk memudahkan orang lewat adalah sedekah. Memberi petunjuk kepada yang bertanya kepada mu adalah sedekah. Memapah orang yang tak berdaya dan memberikan bantuan dengan kekuatan dua betismu serta mendukung orang orang yang lemah dengan kekuatan kedua tanganmu adalah sedekah. Dan senyummu bila berhadapan dengan saudaramu adalah sedekah ( HR. Bukhari-Muslim).

Dengan kata kata yang sederhana dan praktis Rasulullah Saw, menjelaskan pengertian sedekah tidak hanya terbatas dalam bentuk materi. Sedekah mengandung makna yang lebih tinggi dan lebih luas daripada sekedar pemberian kepada orang lain yang bersifat materi. Setiap orang dalam kondisi apapun dapat melakukannya. Dari hal ini islam meluruskan persepsi yang keliru, seolah anggota masyarakat sudah ditakdirkan tediri dari tingkatan , yaitu golongan “pemberi” yang berharta dan golong “penerima”. Islam membawa pandangan baru bahwa proses memberi dan menerima adalah melibatkan semua anggota masyarakat, kaya atau miskin, masing masing berbuat menurut kemampuannya.

Hikmah sedekah lebih kepada membangun kekuatan spiritual karena sedekah adalah sumber kebajikan yang menjalin hubungan kemanusiaan dengan empati kasih sayang, dan persaudaraan. Memberik adalah sumber kebahagiaan. Ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw “ Siapakah manusia yang paling baik ? Rasulullah Saw menjawab “ Orang yang sanggup memberi manfaat kepada sesamanya.” Kemudian sahabat itu bertanya lagi “ Amal apa yang paling utama” Rasulullah Saw kembali menjawab “ Memberi rasa bahagia pada hati orang yang beriman ( HR Tjabrani).

Kita sebagai umat Islam haruslah menjadi sumber mengalirnya kebajikan untuk terciptanya kehidupan yang damai dan sejahtera.

No comments:

Bencana itu karena Tuhan murka?

  Tahun 2008 atau tepatnya 14 Mei saya mendengar kabar dari berita TV terjadi gempa di Sichuan China. Saya teringat dengan sahabat saya yang...