Saturday, June 17, 2006

Kesejatian

Apa yang membuat terjadinya silang sengketa dimuka bumi ini ? Antar individu terjadi pertikaian dan bahkan tak ada tegur safa. Antar kelompok saling serang dan saling ingin benar sendiri. Semakin terbuka dialogh semakin lebar perbedaan. Semakin banyak aturan dibuat semakin sempit ruang bergerak dan menyesakkan. Semakin banyak pidato semakin banyak polemic terbentuk.. Demokrasi , kapitalisme, sosialisme, komunisme menjadi paham yang tak pernah sudah sudahnya bereksprimen namun tak pernah sampai pada tujuan idealnya. Padahal peradaban modern lahir dari ratusan buku yang ditulis oleh para ahli dari universitas terbaik didunia. Tatanan dunia di create dengan darah dan biaya tak terbilang tapi semuanya tetaplah sia sia karena sebuah perbedaan dikekalkan..

Agama islam sebetulnya sudah mempunyai cara yang tepat untuk menghilangkan perbedaan itu. Sesuatu yang bersifat universal. Istilah dalam Islam adalah berjuang untuk meninggikan “Kalimat Allah Swt. Artinya setiap umat islam diharuskan berjuang disemua medan hanya karena untuk beribadah kepada Allah Swt. Harus digaris bawahi bahwa perjuangan atau perbuatan dengan Kalimat Allah Swt itu bukanlah sikap fundamentalisme yang indetik dengan terorisme. Ada tiga hal yang meliputi pemahaman tentang berjuang dengan Kalimat Allah Swt yaitu

Pertama : Kebenaran sejati ( Al –Haqq). Adalah kebenaran kebenaran absolute , bukan kebenaran yang bersifat nisbi ( relative ), yang bersifat objective. Inilah kebenaran universal. Kedua, kebaikan yang bersifat umum dan universal, yang dalam bahasa alquran disebut al-Khair. Artinya segala sesuatu yang disukai dan diterima oleh semua orang dalam setiap waktu dan keadaan. Ketiga adalah keadilan yang bersifat mutlak ( Al adl al – muthlaq). Keadilan adalah hokum keseimbangan dan hokum kosmik. Manusia dilarang melawan hokum keseimbangan karena akan menciptakan instabilitas ( paradox ) dan kekacauan dalam kehidupan dimuka bumi ( QS Al- Rahman (55) : 7)

Dengan pengertian ketiga hal tersebut diatas maka jelaslah tidak ada ruang sama sekali sikap mengkotak kotakan sehingga terjadi perbedaan. Semua boleh bicara tentang demokrasi, otoriter, kapitalis, sosialis , komunis, silhkan ! asalkan semua mempunyai visi yang sama tentang kebenaran, kebaikan dan keadilan. Selagi orang berbicara demokrasi , agama, kapitalisme, sosialisme, komunisme , namun tujuannya untuk kepentingan golongan maka mereka tidak lebih adalah petualang untuk mencapai tujuan pribadinya ( atau golongannya ). Cara ini akan pasti menimbulkan paradox ( instabilitas). Kapitalisme melahirkan penindasan kepada yang tak bermodal. Komunisme menganeksasi hak publik,. Sosialisme mengontrol hak public. Demokrasi mempermainkan hak public. Itulah biang dari persoalan dunia sekarang.

Jadi kalau ada jargon tentang tatanan dunia baru yang dipromosikan oleh AS “Peach, Freedom, Equality, seharusnya diganti dengan jargon “Truth , Goodness , Justice. Itulah dasar yang membuat kehidupan didunia tentram damai sejahtera. Tapi , hal ini menjadi ilusi ketika orang mulai bersikap “ yang kuat, yang menang, “ Suara terbanyak , yang menang” , “ yang kaya, yang berhak.” , yang berkuasa , yang benar”. Yang pasti , keadaan sekarang, dibelahan benua manapun sedang menghadapi krisis yang serius. Negara kaya maupun negara miskin terjebak dalam krisis yang tidak ada akhirnya. Lihatlah AS yang terjebak dengan system moneter sarat hutang. Komunisme yang terjebak dengan produktifitas tinggi berupah murah. Eropa yang terjebak dengan tingginya uang beredar tapi rendah produksi. Indonesia yang kaya sumber daya alam tapi kekurang pangan dan energi untuk swasembada. Semua menimbulkan paradox. Padahal solusinya sudah disampaikan oleh rasulullah “ Berjuanglah dengan meninggikan kalimat Allah Swt dan itu hanya tiga “Truth , Goodness , Justice “

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...