Sunday, January 24, 2016

Jodoh,rezeki,maut..

Ahli tasawuf mengajarkan manusia harus memikirkan diri sebagai manifestasi Tuhan. God as me. Tuhan sebagaimana saya. Sebagaimana paham wahdatul wujud, bahwa kehendak seseorang bersatu dengan kehendak Tuhan. Pada tingkat tertentu, menurut pandangan itu, dalam pengalaman ruhani yang sangat tinggi, yakni paling ujung dari seluruh perjalanan sufi, manusia tidak lagi bisa membedakan mana dirinya dan mana Tuhan. Pada tahap ini kemampuan akal tak lagi berfungsi untuk membedakan antara khalik dan makhluk, antara Tuhan dan saya. Karena berbagai peristiwa di alam ini tak lepas dari hasil yang dibentuk oleh pemikiran kita, persepsi kita, maka kita harus bertanggungjawab atas berbagai peristiwa di sekitar kita.  Jodoh ,rezeki dan maut itu adalah takdir dari Allah. Benar, karena itulah keyakinan orang ber-agama. Namun persepsi tentang takdir soal ini harus dipahami dengan baik agar kita tidak putus asa ber-agama dan bahkan berprasangka buruk kepada Allah.
Jodoh
Benar jodoh itu telah ditentukan Tuhan namun anda berperan membuat ketentuan Tuhan terwujud. Terwujudnya jodoh itu, cepat atau lambat atau tidak sama sekali berjodoh maka itu tergantung persepsi anda sendiri tentang jodoh itu . Selagi jodoh itu atas dasar persepsi "keinginan"maka siap siaplah mendapatkan kesulitan mendapatkan jodoh, kalaupun dapat maka siap siap lah berselancar di gelombang panas. Tidak siap, maka perceraian terjadi. Tapi bila persepsi tentang jodoh adalah atas dasar "kebutuhan" maka jodoh akan datang dengan mudah, bila kelak terjalin ikatan maka dua akan dipersatukan Tuhan, yang sulit dimudahkan, yang sempit akan lapang..Nah, jujurlah pada diri sendiri apakah persepsi jodoh itu atas dasar keinginan atukah kebutuhan? liatlah diri anda seutuhnya dan nilaiah sendiri, kemudian liatlah sekeliling anda siapa yang pantas untuk anda..tunggu dan itu akan datang dengan sendirinya...

Rezeki,
Setiap makhluk disediakan rezeki oleh Allah. Bumi dibentangkan tuhan sebagai rezeki yang tak akan habisnya sampai hari kiamat. Ini jaminan Allah. Namun rezeki itu tidak diberikan begitu saja.Untuk makan saja anda harus melewati proses dari menyuap nasi kemulut dan mengunyah untuk sampai keperut. Apalagi mendapatkan rezeki tentu ada proses. Kalau persepsi anda bahwa rezeki itu datang dari mujizat atau kemudahan dari Tuhan maka anda akan kalah bersaing dengan orang yang percaya bahwa Tuhan tidak memberi kemudahan proses untuk meraih rezeki. Kalau persepsi anda bahwa rezeki itu adalah atas dasar "keinginan" maka anda tidak akan mendapatkan "rezeki" yang dimaksud Tuhan. Rezeki itu akan menyusahkan hati anda.Tapi kalau persepsi rezeki atas dasar " kebutuhan " maka rezeki itu akan datang sebagai rezeki yang menentramkan dan menyehatkan lahir batin.

Mati,
Semua orang pasti mati.Ini takdir manusia dari Tuhan. Sehebat apapun anda menjaga kesehatan maka kematian itu pasti terjadi. Namun bila persepsi anda bahwa kematian itu hak Tuhan yang kapanpun bisa mati maka anda akan lalai menjaga kesehatan sehingga merusak tubuh anda dengan sifat rakus dan tidak peduli menjaga istirahat, dan berperang tanpa merperhatikan kekuatan diri, maka itu mati konyol. Tapi kalau persepsi anda bahwa kehidupan adalah berkah Tuhan,yang harus di jaga sebaik mungkin maka anda tahu menjaga tubuh agar tetap sehat dan menghindari bunuh diri karena hilang harapan. Kehidupan akan menjadi nilai anda sesungguhnya untuk menemui kematian dengan sebaik baiknya kesudahan..

Benar Jodoh, rezeki maut adalah hak Tuhan namun anda bertanggung jawab untuk mewujudkan takdir itu, dan untuk itu sebaiknya utamakan atas "kebutuhan", bukan karena "keinginan "..

No comments:

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...