Wednesday, March 19, 2014

Kekuatan Cinta...

Sejak tahun 1949 hingga tahun 1980an, Taiwan dikendalikan oleh pemerintahan yang diktator di bawah satu partai, yakni Partai Nasionalis China atau Partai Nasionalis Kuomintang (KMT) sebagai partai berkuasa. Partai ini dipimpin oleh Chiang Kai-shek hingga meninggal 1975. Ia diganti oleh putranya, Chiang Ching-kuo. Namun disisi lain ada gerakan kaum muda terpelajar untuk menolong rakyat tertindas dari kekuasaan otoriter Partai.  Gerakan ini tidak mendapat resitensi dari Penguasa karena mereka mengkampanyekan program cinta sesuai ajaran Budha. Ya namanya program cinta tentu tidak ada menyalahkan orang lain apalagi menghujat pemerintah. Terkesan mereka mendukung partai penguasa. Mereka mengajarkan rakyat untuk memaafkan penguasa. Mereka mendidik rakyat kecil untuk sekecil mungkin berharap dan tergantung dengan pemerintah.  Caranya , mereka meng advokasi rakyat membuat Garakan Koperasi agar diizinkan pemerintah . Lambat namun pasti gerakan Koperasi tumbuh pesat dan rakyat kecil yang sebagian besar petani dan nelayan mendapatkan kemakmuran dari gerakan ini.

Tahun 1984 Chiang menunjuk Lee Teng-hui sebagai wakil presiden, yang pada akhirnya menjadi pengganti Chiang Ching-kuo sebagai presiden pada 1988. Terbukanya katup kebebasan berpolitik memberi ruang bagi munculnya kekuatan progresif.Pada  1986 gerakan kaum muda dengan program cinta itu mendirikan  Democratic Progressive Party (DPP) dan menjadi partai oposisi pertama di Taiwan yang berhadapan dengan partai berkuasa Kuomintang. Tapi dengan UU Taiwan hampir tidak mungkin  memberikan kesempatan Partai lain bisa ikut Pemilu. Kalaupun ikut Pemilu pasti kalah. Karena aturan mainnya harus memenangkan Partai Penguasa. Bagi kaum muda , diberi legitimasi mendirikan Partai sudah berkah luar biasa. Mereka tidak ingin ribut menuntut hak sama dengan partai penguasa. Sementera itu mereka terus bergerak dengan program cinta membina Rakyat untuk menjadi gerakan Koperasi berkelas dunia.Mungkin Taiwan adalah gerakan  Koperasi yang paling berhasil dan paling kuat didunia. Tahun 1990an Taiwan telah menjelma menjadi Negara Industry yang besar bukan karena konglomerasi tapi UKM yang tangguh melalui gerakan koperasi.

Tahun 2000, ketika Pemilu digelar. Seluruh rakyat Taiwan memilih melakukan liburan massal keluar kota atau keluar negeri. Mereka tidak mengatakan mereka GOLPUT.Tidak.Mereka hanya inginkan waktu libur yang diberikan pemerintah untuk pemilu lebih baik mereka gunakan untuk liburan bersama keluarga. Mereka tetap menyatakan setia kepada partai penguasa walau mereka tidak memilih. Ketika itu Mahkamah Agung PBB di Denhag menegaskan bahwa apabila pemilih tidak lebih 10% maka  Pemilu Taiwan tidak  legitimate. Akibatnya karena budaya malu China yang begitu tinggi akhirnya Partai Kuomintang ( KMT) merubah UU Pemilu yang adil. Sehingga memungkinkan Democratic Progressive Party (DPP) bisa ikut pemilu untuk bertarung secara fair. Dengan itu rakyat menyatakan akan berpartisipasi dalam pemilu.  DPP memenangi Pemilu untuk pertama kali pada 18 Maret 2000, dengan calonnya Chen Shui-bian. Kemenangan ini mencerminkan satu momen berakhirnya dominasi kekuasaan satu partai (KMT) selama 50 tahun. Ini juga bukti kuat keinginan rakyat atas satu perubahan sistem politik yang tidak lagi otoriter di bawah  satu partai saja. Kepercayaan rakyat kepada DPP bukanlah kepercayaan mereka kepada lambang Partai dengan sejuta jargon tapi karena orang orang DPP memang akrab lahir batin dengan rakyat.Mereka selalu hadir ditengah rakyat sebagai mentor untuk kemandirian disegala bidang. Gaya hidup mereka sederhana dan selalu menyebut diri mereka pelayan Tuhan.

Kemenangan ini bukanlah kemenangan mudah. Kemenangan ini didapat sesuai ajaran budha, menang tanpa peperangan. Menghadapi kezoliman dengan cinta.  Karena kekuatan sejati di dunia ini adalah Cinta. Karena Cinta adalah bahasa Tuhan dan produk surga. Yang meragukan kekuatan cinta untuk menang adalah orang yang ragu akan Tuhan. Tapi setelah DPP berkuasa di Taiwan, selama 10 tahun DPP gagal melaksanakan janjinya. Justru para elite partai tergoda dengan kemewahan hidup sebagai penguasa dan melupakan jasa para kadernya yang berjuang militan diakar rumput.Sementara Partai KMT berhasil melakukan konsolidasi dan perbaikan system organisasi Partai secara meyeluruh agar lebih dekat kepada rakyat. Tahun 2008 , KTM berhasil menang dalam PEMILU dengan perolehan suara mayoritas atau  70%. Sampai kini KMT berkuasa dan tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalunya. Program rekrutmenl kader lebih mengutamakan moral dan aklhak dan para kader harus digaris depan membrantas Korupsi dan keteladanan tidak Korup. Ya, disaat semua rakyat telah makmur dan mereka cerdas maka kebohongan politisi tidak laku lagi untuk dijual mendapatkan kekuasaan.

Semoga ini menjadi pelajaran bagi siapa saja bahwa merebut kekuasaan memang tidak mudah namun mempertahankan kekuasaan jauh lebih tidak mudah. Karena cobaanya tidak datang dari lawan tapi dari diri kita sendiri, nafsu kita. Ingar pesan Rasul kepada sahabatnya ketika usai perang Badar , bahwa musuh sebenarnya adalah nafsu kita dan perang melawan nafsu adalah perang akbar sepanjang masa....

No comments:

Propaganda lewat Film.

  Selama lebih dari 10 tahun di China, Saya suka nonton drama TV. Padahal di Indonesia hal yang jarang sekali saya tonton adalah Drama TV. M...